bosswin168 slot gacor 2023
situs slot online
slot online
situs judi online
boswin168 slot online
agen slot bosswin168
bosswin168
slot bosswin168
mabar69
mabar69 slot online
mabar69 slot online
bosswin168
ronin86

Berdepan dengan suasana tidak terduga 2023

Berdepan dengan suasana tidak terduga 2023

Jika kita menengok ke belakang 10 tahun lalu, tepatnya pada 1 Januari 2013, kita bisa merasakan betapa pantasnya seseorang selalu berpikiran terbuka, terutama dalam kaitannya dengan politik.

Masa yang terjadi dengan perkembangan tak terduga mengingatkan seseorang untuk tidak terobsesi atau tunduk pada ideologi, tokoh atau partai politik tertentu.

Sebab, ada pendukung politik yang meluapkan emosinya pada keyakinan, tokoh, atau partai tertentu.

Yang dimaksud dengan pencelupan emosi adalah seseorang tidak sekadar memilih atau mengungkapkan pendapat tetapi menjadi begitu terobsesi atau tidak sabar sehingga mudah merasa peka terhadap pendirian politiknya.

Ia terlibat dalam media sosial atau aktivitas media sosial hingga mempengaruhi kehidupan emosionalnya.

Situasi politik selalu berubah, meski era yang ditetapkan untuk sesuatu membutuhkan waktu.

Sehingga ketika terjadi perubahan, mereka yang terobsesi dan tidak peduli tidak hanya akan kecewa tetapi terkadang merasa dimanfaatkan oleh tokoh atau pihak yang didukungnya.

Maka diantara ajaran politik 2022 yang mungkin dibawa ke tahun 2023 adalah seorang pendukung partai harus berpikiran terbuka dan tidak terobsesi atau acuh tak acuh terhadap paham, tokoh atau partai manapun.

Artinya, meskipun seseorang dapat mengikuti perkembangan dan menerima informasi, biarkan dia diamati dari kejauhan dan tidak dikaitkan dengan emosinya.

Misalnya, pada Januari 2013, panggung politik nasional sedang mempersiapkan Pemilihan Umum ke-14 (GE14). Perdana menteri saat itu adalah Najib Razak dan mitranya adalah Muhyiddin Yassin dengan pemimpin oposisi adalah Anwar Ibrahim.

Pemerintah adalah Barisan Nasional (BN) yang memegang mandat yang jelas dari rakyat.

Partai oposisi utama adalah Persatuan Rakyat (PR) yang terdiri dari PKR, DAP dan PAS.

Mereka menguasai tanah Selangor, Penang, Kedah dan Kelantan.

Dibandingkan periode ini di mana negara baru saja selesai menggelar GE15. Perdana menteri adalah Anwar Ibrahim dan mitranya, Ahmad Zahid Hamidi, dengan pemimpin oposisi Hamzah Zainudin.

Pemerintah juga merupakan gabungan dari Pakatan Harapan (PH), BN, Persatuan Parti Sarawak (GPS) dan Persatuan Rakyat Sabah (GRS) yang tidak ada pihak yang mendapat mandat penuh dari rakyat.

Partai oposisi adalah Perikatan Nasional (PN) yang terdiri dari Bersatu, PAS dan Gerakan.

Mereka memerintah Kedah, Perlis, Kelantan dan Terengganu.

Jika seseorang pada Januari 2013 menjadi pendukung Umno, tentu dia akan menganggap PKR, DAP dan PAS sebagai musuh politiknya.

Tapi dia sekarang menemukan partainya bekerja dengan PKR dan DAP.

Sedangkan pendukung PAS pada 2013 yang sempat menerima partainya bekerja sama dengan PKR dan DAP, kini juga menentang keras kedua partai anggota PH tersebut.

Dalam 10 tahun, politik dan partai juga telah berubah.

Hal yang sama berlaku untuk seseorang yang mendukung semua pihak.

Umno melahirkan divisinya, Bersatu sedangkan PAS juga punya Amanah.

Jadi tentu saja ada suporter Umno 2013 yang kini menjadi suporter Bersatu.

Begitu pula dengan pendukung PAS 2013 yang kini menjadi pendukung Amanah.

Umno dan PAS telah menjadi musuh tradisional sejak negara itu belum merdeka.

Keduanya hanya menjalin hubungan baik sejak tahun 1974 hingga 1978 di BN dan sejak 2018 hingga 2022 melalui gagasan Konsensus Nasional (MN).

Sejak kemerdekaan, generasi pendukung PAS dan Umno berganti.

Namun antara 2013 dan 2022, ada generasi pendukung partai yang sama.

Jadi tahun 2013, Bersatu dan Amanah belum ada dan masing-masing di Umno dan PAS saling bermusuhan.

Namun pada akhir tahun 2022 dan memasuki tahun 2023, posisi politik mereka berbeda.

Pendukung Bersatu berteman dengan PAS di PN sementara pendukung Amanah juga berteman dengan Umno di pemerintahan koalisi PH-BN.

Ironi terbesar ada pada Amanah.

Partai ini didirikan oleh kelompok berlabel Anwaristas atau Anwarisnas yang merupakan pendukung Anwar di PAS.

Mereka mulai mendukung Anwar ketika PAS di bawah pimpinan Fadzil Nor juga mendukung gerakan reformasi pada 1998.

Ini adalah sikap yang konsisten.

Anwar menentang Dr Mahathir Mohamad memecatnya.

Itu juga berarti melawan Umno.

Sebagian besar kaum Anwaris ini bergabung dengan PAS pada awal 1980-an ketika partai tersebut bangkit melawan UMNO dengan semangat baru.

Jadi kalau tahun 2013 PAS menolak PKR dan DAP dan mulai berbaikan dengan UMNO, kelompok ini tidak bisa menerima mereka.

Situasi ini menyebabkan pembentukan Trust.

Tapi setelah GE15, ternyata yang bekerja sama dengan UMNO bukan PAS tapi Amanah.

Manusia berubah meskipun setiap orang mungkin memiliki keluhan inti mereka sendiri.

Saat orang berubah, begitu pula pesta.

Nama dan lembaga partai dapat tetap ada sejak awal.

Tapi Umno dan PAS di tahun 1960-an jelas tidak seperti partai-partai yang ada sekarang.

Karena itu, posisi lama partai tidak boleh diungkit-ungkit dengan pakem saat ini.

Partai berbeda. Yang perlu dibahas adalah pembentukan partai saat ini yakni 2023.

Namun perubahan partai terletak pada para pemimpin dan akar rumput.

Mereka berubah dan pesta berubah meskipun simbolnya tidak.

Manusia perlu berubah karena mereka belajar dari pengalaman mereka.

Jika seseorang mengikuti perkembangan politik selama 40 tahun, maka tentunya banyak pengalaman yang memberikan kedewasaan.

Apakah perubahan itu membawa kebaikan atau sebaliknya, itu soal lain.

Perbedaan penting lainnya antara tahun 2013 dan 2023 adalah mengenai membanjirnya informasi.

Pada 2013 ada smartphone dan media sosial.

Tapi itu tidak seluas dan sedalam sekarang ini.

Lingkungan pasca-Covid-19 tahun 2022 melihat adopsi universal dari smartphone.

Artinya, hampir semua warga menggunakannya.

Media sosial juga berkembang.

Jika di tahun 2013 hanya ada Twitter dan Facebook, di tahun 2023 muncul Tiktok, Instagram, dan aplikasi lainnya.

Tentu banjir pengumuman ini mempengaruhi dan mempengaruhi semua orang.

Manusia tidak akan tahu segalanya, tetapi informasi yang diperoleh cukup bagi seseorang untuk mengubah pendapatnya tentang sesuatu.

Namun, dari sudut pandang lain, jika seseorang tidak dapat memproses informasi yang diterima, pikirannya dapat membeku dan tidak ada tindakan yang dapat dilakukan.

Menengok ke belakang 10 tahun, orang pasti dapat menyadari bahwa banyak hal telah terjadi di luar dugaan.

Demikian juga untuk 10 tahun berikutnya yaitu tahun 2043.

Oleh karena itu, pikiran harus siap menerima kejadian yang tidak terduga.

Imajinasi dan kreativitas manusia dalam karya seni fiksi baik berupa novel maupun film dapat turut mempersiapkan pikiran untuk menerima hal-hal yang tidak terduga tersebut.

Meskipun fiksi tidak dapat menggambarkan apa yang akan terjadi, sastra dan film dapat mendorong orang untuk memikirkan skenario alternatif dan membuka pikiran mereka untuk bersiap menghadapi situasi yang tidak terduga.